Masuknya generasi baru ke dalam struktur perusahaan seringkali membawa semangat perubahan dan inovasi. Namun, terdapat sebuah prinsip fundamental yang harus dipahami sebelum melakukan perubahan terhadap tatanan yang ada. Prinsip tersebut adalah memahami alasan di balik setiap keputusan yang sudah ditetapkan. Artikel ini mengeksplorasi mengapa pemahaman sejarah dan pembangunan kredibilitas menjadi syarat mutlak sebelum melakukan transformasi bisnis.
Memahami Sejarahnya Sebelum Melakukan Perubahan
Terdapat istilah yang relevan bagi para calon pemimpin, sebelum membabat sebuah pagar, ketahui dulu alasan mengapa pagar tersebut didirikan seratus tahun yang lalu. Prinsip ini menekankan bahwa setiap kebijakan atau sistem lama di perusahaan memiliki latar belakang historis yang kuat.
Melakukan perubahan tanpa pemahaman mendalam mengenai alasan kenapa suatu kebijakan hadir dalam perusahaan, terkadang menjadi awal mula dari potensi konflik antara anggota keluarga dalam bisnis keluarga.
Generasi penerus perlu menyadari bahwa fungsi kepemimpinan bukan sekadar mengganti hal-hal yang dianggap kuno. Memahami konteks di balik keberadaan sistem tersebut sebelum mengusulkan perubahan pun juga harus diperhatikan.
Kredibilitas tidak datang bersamaan dengan jabatan. Tanpa adanya rekam jejak dan pemahaman terhadap nilai-nilai inti perusahaan, usulan perubahan dari generasi baru cenderung akan menemui resistensi dari ekosistem internal yang sudah ada.
Menghargai Peran Para Perintis
Keberhasilan seorang pendiri (founder) dalam membesarkan usaha mustahil dilakukan sendirian. Ada kontribusi besar dari pasangan hidup serta individu-individu di dalam perusahaan yang telah ikut berjuang sejak tahap awal.
Generasi penerus tidak boleh mengabaikan orang-orang yang telah membangun perusahaan. Menghormati kontribusi mereka adalah etika dan bentuk pengakuan terhadap pondasi manusia yang menjaga keberlangsungan bisnis hingga saat ini.
You must understand this before you suggest to change anything.
David Bingei, Fidelitas Advisors
Prinsip Connection Before Correction
Esensi dari transisi yang sehat bagi next gen adalah mengutamakan koneksi sebelum melakukan koreksi. Tanpa adanya hubungan yang kuat dengan orang-orang dan nilai-nilai lama, upaya perbaikan sistem justru bisa merusak harmoni organisasi.
Koreksi terhadap sistem lama hanya akan efektif jika didahului oleh koneksi yang tulus. Generasi penerus harus mampu berempati terhadap perjuangan masa lalu agar masukan atau inovasi yang mereka bawa dapat diterima sebagai bentuk pengembangan, bukan sebagai bentuk penghapusan sejarah.
Inovasi di tangan generasi penerus adalah hal yang esensial, namun ia harus berjalan beriringan dengan rasa hormat terhadap sejarah. Dengan mengedepankan prinsip membangun koneksi dan memahami nilai-nilai perintis, transisi kepemimpinan akan menghasilkan perubahan yang efektif dan juga warisan bisnis yang lebih kokoh.