Dalam family business, satu orang bisa memegang tiga sampai lima peran sekaligus: sebagai ayah, pemilik, pengurus, pengawas, bahkan penjaga nilai keluarga. Ketika semua peran kepemilikan dan pengelolaan ini bercampur tanpa batas yang jelas, konflik tidak membutuhkan musuh dari luar. Ia tumbuh dari dalam.[1]

Dimulai dari peran yang tidak pernah dibicarakan
Dalam sebuah keluarga, setiap orang membawa cerita, harapan, dan perannya sendiri. Tetapi dalam bisnis keluarga, setiap peran itu berubah menjadi kewenangan dan pengaruh. Di sinilah tantangan muncul. Founder ingin memastikan arah tetap lurus. Next gen ingin diberi ruang untuk membuktikan kemampuan, pemegang saham ingin kepastian dan transparansi, pengurus ingin mandat yang jelas dan keluarga ingin hubungan tetap baik.